Laman

Sunday, June 5, 2016

Cara Memandang Uang


Menurut beberapa ahli keuangan atau ekonomi, ada beberapa cara memandang terhadap uang yaitu, cara memandang seperti orang miskin, orang kelas menengah dan orang kaya.

Cara memandang orang miskin digambarkan kepada mereka yang bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan. Setelah bekerja, mereka mendapatkan uang, kemudian mereka membelanjakan semua uangnya. kelompok ini hampir tidak mempunyai tabungan atau investasi mereka selalu mengeluh tidak mempunyai penghasilan cukup, seolah penghasilannya kurang terus.

Kelompok kedua, memiliki cara pandang kelas menengah, mereka bekerja keras juga untuk mendapatkan penghasilan, setelah mendapatkan penghasilan mereka membelanjakan sebagian uangnya lalu menabung dari sisa belanjaannya. Ketika mereka mendapatkan penghasilan lebih banyak mereka akan membelanjakan tambahan biaya tersebut misal dengan membeli mobil atau handphone yang lebih bagus. Dalam kelompok ini mereka juga tidak mempunyai tabungan dan tidak mempunyai penghasilan lain dan hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan mereka.

Kelompok terakhir adalah orang mempunyai cara pandang seperti orang kaya. Setelah mendapatkan penghasilan mereka meyisihkan terlebih dahulu untuk ditabung kemudian dibelanjakan. Kelompok ini tidak membeli rumah lebih besar lagi ketika mendapatkan penghasilan tambahan tapi mereka lebih senang menambah tabungannya. Tabungan mereka ini lalu digunakan untuk membeli aset seperti saham, reksa dana atau properti, sehingga aset mereka semakin banyak dan memberikan tambahan pendapatan juga. Kelompok ini memperoleh pendapatan setidaknya dari dua sumber yaitu dari pekerjaan mereka sehari-hari dan memperoleh pendapatan pasif dari asetnya.

1 comment:

  1. Setelah membaca artikel diatas, saya tersadar bahwa untuk sukses juga dipengaruhi oleh cara kita memandang uang, cara memandang uang untuk kelompok ketiga kunci suksesnya adalah bagaimana menginvestasikan uang agar bisa menghasilkan pasif income (menurunkan tingkat konsumtif mereka), nice artikel bang terima kasih.

    ReplyDelete