Laman

Saturday, June 24, 2017

Men are from Mars, Women are from Venus : 18 Guiding Principles of #MarketingInVenus - 3

#MarketingInVenus Principle #13 "Content is only basic, Context is the winning formula"

Untuk memenangkan persaingan di venus, pemasar harus bermain di konteks- how to offer. Sementara konten what to offer – yang bagus adalah keharusan. Tapi itu saja tidak cukup, karena konten adalah persyaratan dasar. Konten hanyalah tiket untuk masuk dalam arena persaingan, bukan untuk ,memenangkan persaingan. Konteks adalah tiket anda untuk memenangkan persaingan di venus.

Tips Sukses di Venus:

1. Slightly different is more important than slightly better. Sebuah produk yang unggul dari segi isi atau content akan lebih mudah ditiru, sementara perbedaan dari segi konteks -how to offer- akan sulit ditiru. Misal, penerbangan lain mungkin bisa meniru pesawat terbang yang digunakan Garuda Indonesia, namun sulit meniru pelayanannya.

2. Perbedaan context ini dapat diwujudkan dengan perbedaan infrastruktur. Contohnya Amazon. Sama-sama menjual buku, namun dengan sentuhan teknologi, membuatnya sama sekali berbeda.

3. Perhatikanlah peripheral marketing! Terutama untuk perusahaan jasa. Saat makan di restoran, terkadang yang dibeli pelanggan bukanlah hidangan, melainkan suasana di sekitarnya.

#MarketingInVenus Principle #14 "Product and service should be an experience."

Di venus semua produk dan layanan yang diberikan harus mampu memberikan memorable experience kepada pelanggan. Tanpa itu, produk anda akan dianggap sekadar sebagai komoditi, bahkan jika mempunyai ekuitas merek yang hebat sekalipun.

1. Gunakan konsep Sense-Feel-Think-Act-Relate-nya Bernard Schmitt secara efektif. Rangsang lima panca indra pelanggan, berikan pemandangan yang indah, bau yang enak, dan sentuhan yang nyaman agar pelanggan bisa feel good. Kemudian bawa pikiran mereka untuk think positive. Setelah itu pancing pelanggan untuk Act secara lebih aktif kepada produk. Akhirnya, dorong mereka untuk relate, relationship dengan teman-teman dan koneksinya.

2. Jangan putus asa untuk selalu meningkatkan "derajat" produk dan layanan dari sekadar commodities, menjadi goods, kemudian service, dan akhirnya excellence.

3. Sekali produk dan layanan menghasilkan pengalaman di benak pelanggan, biasanya akan perusahaan akan mendapat berkah berupa komunikasi yang murah. Apa itu? Word of Mouth! Pelanggan yang puas pasti kan menceritakan keunggulan produk kepada rekan-rekannya

 #MarketingInVenus Principle #15 "Pricing must be easy to understand"
Pricing harus gampang dipahami pelanggan venus. Memang harga produk tidak boleh murah, namun lebih dari itu kebijakan harga juga tak boleh rumit sehingga sulit dimengerti. Harga tidak boleh berubah-ubah setiap saat, karena penduduk venus akan bingung, berapa harga sebenarnya. Jika sudah terjadi hal seperti ini, penduduk venus akan berfikir bahwa si produsen sebenarnya menipu dia dengan menerapkan kebijakan harga yang tidak konsisten. Apalagi jika harga yang diberikan tidak sesuai dengan perceived value-nya.

Tips sukses di Venus:

1. Miliki kebijakan harga yang konsisten! Hayati pricing policy yang dimiliki. Pertimbangkan sisi customer, jangan hanya cost. Ingat, pricing is about positioning.

2. Kendalikan pricing di saluran distribusi. Perhatikan pricing yang dibentuk melalui jalur distribusi yang berbeda. Pastikan pricing yang sampai di benak pasar adalah sama dan tidak membingungkan.

3. Komunikasikan harga secara tepat! Cantumkan harga produk pada kemasannya. Melalui komunikasi harga yang tepat, konsumen akan memahami apakah produk yang kana mereka beli masuk ke kategori mahal, sedang atau murah.

#MarketingInVenus Principle #16 "Community is the best channel"

Saluran distribusi yang baik di venus adalah komunitas. Wanita paling suka diasosiasikan dengan sebuah komunitas. Dan teknologi informasi telah menghasilkan sebuah komunitas dunia yang begitu besar, deimana para anggota komunitas biasa saling ngobrol, bercengkrama, mengagumi, mengkritisi dan berbagi rasa selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun.

Tips sukses di Venus:

1. Bentuklah komunitas konsumen! Jika sudah terbentuk, fasilitasi dan dukunglah kegiatan komunitas tersebut.
2. Usahakan agar merek bisa menjadi simbol komunitas tertentu, sehingga bisa menjadi bagian dari gaya hidup konsumen yang diincar
3. Terlibatlah secara aktif dalam kegiatan komunitas tersebut untuk menyelami kebutuhan dan keinginan mereka

#MarketingInVenus Principle #17 "Personal conversation is the most effective communication"

Karena itu, komunikasi personal, bukannya pengiklanan massal, merupakan media komunikasi yang paling efektif di Venus. Di sini, pendekatan komunikasi broadcasting menjadi tidak relevan lagi dan karenanya harus diganti dengan pendekatan pointcasting, sehingga interaksi people-to-people atau peer-to-peer kemudian menemukan critical mass-nya di venus. Yang terpenting dalam interaksi people-to-people adalah interaktivitas pada level sejajar dan egaliter.

1. Lakukan judo marketing. Gunakan kekuatan konsumen utnuk melakukan promosi. Pemasar perlu mengindentifikasi informal leader di kalangan pelanggan, khususnya opinion leader. Pilih yang bersifat emotif yaitu yagn mudah menerima hal baru dan mau membagi pendapatnya kepada orang lain.

2. Buatlah cerita, mitor, atau berita-berita menarik mengenai produk dan perusahaan agar menjadi bahan pembicaraan di kalangan konsumen

3. Metode ini sangat cocok digunakan untuk mendongkrak penjualan sekaligus membangun citra perusahaan.

#MarketingInVenus Principle #18, "Relationship is the key of successful selling"

Prinsip terakhir dari the guiding principles of marketing in Venus adalah mengenai penjualan atau selling. Dapat dikatakan bahwa pelanggan di venus paling tidak suka digurui dalam penjualan. Mereka lebih menyukai relationship. Ciptakan dan peliharalah relationship jangka panjang, kami yakin anda akan dapat meningkatkan share of wallet dari pelanggan anda.

1. Membina hubungan dengan seluruh pelanggan adalah mutlak, namun tentu saja dengan gradasi yang berbeda. Bina hubungan yang erat dengan pelanggan yang memiliki lifetime value tinggi, yaitu pelanggan atau calon pelanggan yang punya potensi untuk berhubungan jangka panjang dan memiliki value yang besar untuk membeli.

2. Selain melakukan customer deepening, yaitu yaitu berusaha menjual produk yang sama secara berulang dengan kuantitas yang lebih banyak, usahakan pula untuk melakukan customer widening, yaitu tawarkanlah beragam produk pada konsumen yang sama.
3. Jangan lupa, bila perlu lakukan customization! Modifikasi produk yang dijual sesuai dengan keperluan mereka, bila tidak, padukan produk dengan servis atau dengan produk lain sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut. 

Sumber : Marketeers

Men are from Mars, Women are from Venus : 18 Guiding Principles of #MarketingInVenus - 2

#MarketingInVenus Principle #7 : "Your Brand Must Have Charisma"
.
Jika dulu brand awareness dan brand association yang kuat di benak pelanggan sudah cukup. Kini di Venus itu semua tak memadai lagi. Untuk memenangkan pertarungan di Venus, merek haruslah berkarisma.

Merek yang karismatik tidak hanya memberikan emotional, intellectual, apalagi sekadar functional value. Merek karismatik memberikan spiritual value yang menjadi landasan baagi terbentuknya spiritual connection antara merek dan pelanggan.
Ada tiga kriteria dasar merek karismatik. Pertama, merek ataupun perusahaan baru dikatakan memiliki karisma jika ia memiliki kinerja yang tanpa cela secaa berkelanjutan. Kedua, merek dan perusahaan tersebut haruslah sangat dihormati, dipuja-pujam dan memilikki aua yang menyelimuti setiap sisi merek. Ketiga, merek dan peruahaan tersebut memiliki daya magnet dan kekuatan yan besar dalam menginspirasi, menjadi panutan dan merupakan "keyakinan: bagi pelanggan.

Tips sukses di Venus:

1. Ciptakan aura di sekitar merek, buatlah karismanya berpendar! jalankan emotional branding dengan konsisten. Karena karisma bukanlah sesuatu yang bersifat instan. Tentunya dibutuhkan kesabaran dan konsistensi.

2. Untuk menciptakan karisma yang solid harus dipastikan bawha corporate branding dipahami dan dihayati secara internal.

3. Agaar terlihat konkret dan berada dimana-mana, buatlah souveir dan merchandise yang menarik dengan logo merek tertempel padanya. Souvenir dan merchandise merupakan media untuk memancarkan aura pada konsumen

#MarketingInVenus Principle #8 "Empathy has a significant contribution in service"

Diplanet bumi dimana pria dominan, keandalan produk dan layanan selalu menjadi yang terpenting dalam kualitas layanan atau biasa disebut sebagai service quality atau servqual. Namun, di Venus yang notabene emosional ini, empati menjadi hal yang terpenting dalam layanan.

Tips sukses di Venus:

1. Standard Operating Procedure (SOP) memang tidak boleh rigid, tapi harus feleksibel, artinya SOP harus memberi kesempatan kepada frontliner untuk bisa berempati dan agar bisa mengembangkan empatinya kepada pelanggan

2. Di Venus, servis memang tidak ada yang standardized, semua harus personalized services dan harus mengacu pada pelanggan secara "one-to-one" dan berbeda utnuk masing-masing pelanggan. Kalau semua dilakukan serba standard, itu bukan empati namanya.

3. Servis harus menjadi calling alias panggilan jiwa bagi si service provider, bukan merupakan tugas. Kalau servis sudah bisa menjadi calling, maka empati akan menjadi sesuatu yang "natural" yang bisa dilakukan tanpa keterpaksaan

#MarketingInVenus Principle #9 "Involve your customers in the business process"

Tak akan ada yang menyangkal bahwa pelanggan loyal adalah segalanya. Bisa jadi, loyalitas ini adalah jaminan keunggulan bersaing sebuah perusahaan. Hal ini juga bisa menjadi indikator yang lebih andal ketimbang laba dalam mengukur kemampuan perusahaan mencipta value. Kesimpulannya, melibatkan pelanggan dalam proses bisnis perusahaan merupakan core dari keseluruhan upaya membangun loyalitas pelanggan. Dengan begitu, berarti pemasar mengajak pelanggan 'memiliki' perusahaan dan merek mereka.

Tips sukses di Venus:

1. Pergeseran era product-centric marketing  ke customer-centric marketing menuntut pemasar untuk mau tak mau melibatkan pelanggan dalam proses bisnis,
2. Libatkan pelanggan di dalam proses product development, routine order delivery atau customer handling. Pelibatan pelanggan ini akan meningkatkan ownership mereka

3. Libatkanlah secara sungguh-sungguh sehingga mereka punya andil dan kontribusi terhadap perusahaan

#MarketingInVenus Principle #10 "View your market dynamically, use infinite segmentation"

Jangan main-main dengan segmentasi di Venus yang semakin emosional. Pelanggan berubah secara dinamis, pemasar harus melihat dan memperhatikan pergerakan pelanggan dari satu peran ke peran yang lain. Bebaskan mereka untuk "berkelana" menempati beberapa segmen yang telah disusun secara bersamaan. Dengan kata lain, segmentasi ini bisa disebut infinite segmentation.
Sisi lain dalam prinsip venus ini akan fatal kalau kita menyegmentasi pasar berdasarkan kondisi geografis. Gunakanlah segmentasi berdasarkan variable psikografis dan perilaku yang jauh lebih baik dan presisi.

1. Jangan gunakan variabel untuk membagi pasar secara kaku seperti geografi dan demografi. GUnakan variabel yang bersifat psikografis dan perilaku agar segmentasi yang dijalankan akan lebih fleksibel dan optimum untuk menggambarkan kondisi pasar

2. Lihat konsumen secara total. Sebab, orang Venus memiliki multiperan, multi-task, bahkan multikepribadian

3. Dengan melihat pelanggan secara utuh dari berbagai perannya, maka terbukalah berbagai kesempatan. Buktinya, sekarang pria bisa memiliki berbagai jenis barang fashion. Dan wanita pun kini tidak alergi untuk mengutak-atik mobil.

#MarketingInVenus Principle #11 "Don’t forget to target the heart"

Lepas secara fisik mereka -laki-laki dan perempuan-, mereka perlu untuk disentuh hatinya. Kepala mereka telah dipenuhi dengan limpahan informasi yang membingungkan tentang brand yang beragam, sehingga di venus, “encouraging the heart” tak hanya valid untuk pelanggan internal, tapi juga eksternal.

Tips Sukses di Venus:

1. Make your customer fall in love with you! Saat ingin membuat seseorang bisa jatuh cinta, tentunya perlu usaha ekstra untuk memenuhi segala keinginannya. Demikian juga pelanggan, terlebih di Venus. Manjakan mereka dengan memenuhi keinginan dan kebutuhannya!

2. Buatlah desain produk dan materi komunikasi yang mampu merangsang otak kanan pelanggan. Usahakan agar bisa menekankan dan menyentuh sisi emosional pelanggan.

3. To make customer fall in love in you, pastikan SDM perusahaan juga demikian. Karenanya dalam perekrutan, perusahaan harus memperhatikan EQ, bukan sekadar IQ

#MarketingInVenus Principle #12, "Be credible on your promise"

Jangan sekali-kali membohongi pelanggan Venus! Kredibilitas dalam memenuhi janji kita kepada pelanggan sangatlah penting di venus. Wanita akan membenci produk anda selamanya. Parahnya, akan menjadikannya musuh seumur hidup jika anda membohongi mereka, walaupun itu anda lakukan satu kali.
Tips Sukses di Venus:

1. Positioning is about uniqueness. Reason for being. Namun jangan lupa ukur kemampuan perusahaan saat menyusun positioning statement.

2. Seperti yang dikatakan Ir. Ciputra, "Janji adalah utang", dan positioning adalah janji. Maka sekali saja telah menyatakan suatu positioning statement, maka laksanakan dengan sungguh-sungguh.

3. Komunikasi berperan besar dalam membentuk persepsi konsumen. Berilah penjelasan terperinci kepada agensi komunikasi perusahaan untuk memastikan bahwa komunikasi kepada konsumen sudah tepat. Perhatikan juga eksekusinya, jangan sampai sudah lelah mencanangkan sesuai kemempuan dan menjalankan dengan sungguh-sungguh, tapi justru terpeleset karena iklan atau komunikasi yang over promise.

Selanjutnya baca juga :

Men are from Mars, Women are from Venus : 18 Guiding Principles of #MarketingInVenus - 1


 Saat John Gray menulis bahwa pria berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus, ia bercerita bahwa pria berkelana dari Mars ke Venus untuk menemui wanita. Selanjutnya mereka pergi bersama ke Bumi. Planet di mana si pria dan wanita saling konflik. Di era yang semakin interaktif oleh teknologi TI saat ini, kemudian kedua makhluk tersebut seperti kembali ke Venus.

Mereka tinggal di dunia yang lebih emosional dan interaktif -dunia Venus- di mana pria mengikuti hukum wanita, di mana Emotional Quotient lebih unggul dari Intelligence Quotient. Di mana Feel lebih penting dari Think dan survei kualitatif lebih valid ketimbang survei kuantitatif. Karena umumnya penduduk Venus tak akan pernah memberikan jawaban-jawaban yang semestinya terhadap pertanyaan survei kuantitatif.

Bila merek sering dilihat sebagai elemen pendiferensiasian dalam pemasaran, maka branding di Venus haruslah mampu membentuk karisma merek. Tanpa inspirasi, fanatisme, dan aura yang melingkupi sebuah merek, para pelanggan di Venus tak akan mampu meliha adanya karisma di dalam merek. Dan tanpa itu, merek jangan bermimpi untuk mendapatkan loyalitas pelanggan.

Bumi telah menjadi Venus, semua pendekatan, model bisnis, strategi, dan taktik yang dulunya begitu ampuh di Bumi, kini menjadi obsolete, kuno, tak memadai, bahkan tak relevan lagi. Dibutuhkan seperangkat pendekatan dan strategi baru yang lebih sesuai dengan kondisi planet baru ini.

Marketeers akan membagikan 18 Guiding Principles of #MarketingInVenus, sebuah model yang diciptakan untuk membawa Anda memenangkan persaingan di Venus.


#MarketingInVenus Principle #1 : "Information Technology carries more Emotional Messages"
Di Venus, orang lebih senang dengan perlengkapan teknologi dengan pendekatan pemasaran yang lebih emosional ketimbang menawarkan kecanggihan teknologi. Namun, di lain sisi, kecanggihan teknologi informasi juga menyebabkan gejolak dan pasang surutnya emosi pelanggan. Naik turun tidak karuan layaknya roller coaster. Arus informasi ini menyebabkan kondisi emosi orang Venus bisa berubah secepat kilat.

Tips sukses di Venus

1. Kembangkanlah teknologi dan produk yang mengakomodasi kebutuhan emosional pelanggan

2. Gunakanlah teknologi informasi utnuk membawa pesan-pesan emosional kepada pelanggan Anda. Dengan demikian pelanggan Anda akan memiliki emotional connection dan emotional attachment dengan perusahaan dan merek Anda

3. Sentuhlah emosi konsumen dengan pesan-pesan yang bersifat personal. Tinjaulah kembali media plan Anda. Jika di era Mars mengandalkan media konvensional untuk mengomunikasikan satu pesan yang sama kepada seluruh konsumen sudah memadai, di era Venus, ini jelas tidak cukup. Saatnya menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang lebih menyentuh
.



#MarketingInVenus Principle #2 : "Most Customers in This Interactive World are Wo-Men"
.
Pria setara dengan Wanita? Pasti beda!

Tak salah bila mengatakan bahwa perempuan itu cerewet dan bawel. Wajar, umumnya wanita memiliki lebih banyak serat penghubung otak kiri dan kanan. Sehingga cenderung lebih mudah berkomunikasi dan sering mencampuradukkan beberapa hal sekaligus. Sedangkan pria, umumnya cenderung memiliki kemampuan konsentrasi lebih tinggi dari wanita. Mereka lebih sulit berbagi perhatian sekaligus.
Namun, dengan hadirnya teknologi chatting yang memungkinkan pria ngobrol dengan beberapa orang sekaligus dengan hanya terfokuspada satu layar saja, tentu sangat banyak memengaruhi pria. Mereka menjadi lebih mudah berbagi cerita dengan orang lain dan juga memperhatikan detail pembicaraan.

Singkatnya, kaum pria menjadi semakin seperti wanita di Venus!

Yang di maksud dengan Wo-Men di sini bukan berarti hanya perempuan, tetapi juga pria. Pria yang kewanita-wanitaan. Jangan salah! Yang dimaksud di sini bukanlah pria dengan orientasi seks berbeda, tetapi pria yang semakin emosional yang semakin mampu mengekspresikan emosi dan perasaannya.
Tips sukses di Venus:

1. Buang anggapan lama bahwa pria bersikap rasional dan wanita emosional. Sesungguhnya, baik pria maupun wanita memiliki kebutuhan emosional dan senang diperhatikan sebagai insan yang utuh. Menangkanlah hati konsumen, baik pria dan wanita, dengan menyentuh emosi mereka.

2. Women always pay attention to detail! Konsumen semakin rewel dan menilai segala sesuatu dengan terperinci. Karenanya jangan sampai melewatkan satu hal kecil pun jika Anda tidak ingin konsumen kecewa, mulai dari kebijakan perusahaan hingga produk! Sensitivitas konsumen terhadap berbagai isu harus betul-betul diperhatikan

3. Jangan bermain-main dengan desain produk! Desain produk dan kelengkapan memainkan peranan yang semakin besar. Tidak mau produk bagus Anda tersingkir dari pasar haya garra-gara penampilannya kalah menarik bukan?

#MarketingInVenus Principle #3 : "Most Competitive Advantages Are From "Feel" Benefits
Berkat teknologi, di Venus M telah menjadi eM!

Bukan lagi Muscle, Machine and Mind seperti di Bumi, di Venus berlaku eMotion. Bila membicarakan hal ini, makan tidak lepas dari yang namanya Feeling. Di Venus, Feeling menjadi lebih utama, sebab hal ini mempengaruhi segala perilaku yang terkait perasaaan dan emosi.

Orang Venus tidak lagi menimbang sebuah produk, mereka lebih menimbang value apa yang mereka dapatkan.

Functional benefits yang umumnya dikenal di bumi, tak berlaku di Venus. Karena orang Venus lebih memperhatikan emotional benefits yang biasanya sifatnya lebih personal.
Tips sukses di Venus:

1. Memberikan functional benefit sudah menjadi kewajiban perusahaan, sehingga ia sulit menjadi point of differentiation yang kokoh. Karena itu mau tak mau, perusahaan harus memberikan emotional benefit sebagai amunisi baru menangkan persaingan.

2. Di kondisi normal, pelanggan menggunakan rasionya. Namun di kondisi ekstrem, konsumen akan bersikap lebih sensitif dan emosional. Karenanya, usahakan untuk membuat konsumen anda 'feel good'. Ini akan memudahkan segalanya.

3. Agar mampu memberikan emotional benefit yang positif pada konsumen, pastikan dulu bahwa perusahaan dan seluruh jajarannya 'feel good'

#MarketingInVenus Principle #4 : "Customer Insight Is The Best Tool To Find Out The Customer's Hidden Needs"
.
Terkadang, konsumen tidak mau atau tidak ingin mengeluarkan isi hatinya yang terdalam apabila ditanya. Mereka cenderung hanya menunjukkan sisi baik dirinya. Apa akibatnya?
Upaya pencarian informasi yang dilakuan dengan susah payah bisa menjadi sia-sia. Karena umumnya yang diperoleh hanyalah topeng-topeng dan informasi yang ada di permukaan. Padahal, perusahaan harus bisa memahami konsumen lujar dalam dan juga mampu mengungkap kebutuhan tersembunyi konsumennya.

Terlebih di Venus, mereka enggan mengemukakan kemauan mereka. Untungnya, ada metode khusus untuk menggali kebutuhan laten konsumen. Metode ini bukan sekadar riset konsumen biasa, melainkan customer insight.

Bicara mengenai customer insight di Venus, kita tidak bisa berbicara hanya satu disiplin ilmu, tetapi multidisiplin. Misalnya untuk mendesain bentuk dan kemasan suatu produk, perusahaan tidak bisa hanya melibatkan para ahli desain berlatar belakang seni rupa dan desain saja, tetapi lebih dari itu. Mereka harus memiliki kemampuan untuk menggali apa yang diinginkan konsumen.
Tips sukses di Venus:

1. Agar mampu menggali customer insight, Anda perlu mempelajari ilmu body language, psikologi, sosiologi, antropologi, dan beragam ilmu lain yang akan memperkaya wawasan dan pandangan Anda

2 Selain survei kuantitatif, Anda pelru melakukan observasi dan indirect research seperti misteru shopper, dan lain-lain

3. Ada tiga proses utama dalam bisnis, yaitu: new product development, custmer handling, dan routine delivery order. Riset-riset untuk menggali customer insight seperti ini paling berguna dalam proses pengembangan produk baru.

#MarketingInVenus Principle #5 : "Be Intuitive, Not Intrepretative"

Pertajam intuisi bila ingin menang di Venus!

Intuisi memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam kegiatan perekrutan. Menurut Joseph Pine dan James Gilmore, ada lima tingkatan pengetahuan berdasarkan kualitas dan jenisnya, yaitu Noise, Data, Informasi, Knowledge, dan Wisdom. Umumnya studi kelayakan dan riset hanya mencapai tingkat informasi, apalagi jika dilakukan oleh pihak lain yang tidak memiliki sense dan tingkat kepekaan dengan pasar yang digeluti. Semua orang bisa mengakses dan memperlej informasi yang sama selama mereka menggunakan metode yang sama. Tidak heran bila kompetitor pun memiliki data dan informasi yang sama.
Maka dari itu, pemasar di Venus tidak cukup bersikap interpretatif, perusahaan harus mendengakan intuisi dalam membaca perubahan dan dinamika pasar, "hard data" harus digantikan dengan "soft data". Tips sukses di Venus:

1. Agar menjadi intuitif, Anda harus punya helicopter view, sehingga Anda mempunyai holistic value terhadap konsumen di planet Venus ini. Karena penduduk Venus selalu berpikir holistik seperti wanita. Pemasar harus mengimbangi-nya dengan helicopter view, supaya reservoir of wisdom-nya bertambah banyak dan kaya

2. Sangat berbahaya bila hanya memanfaatkan hasil riset semata-mata sebagai pijakan untuk mengambil keputusan. Hasil riset seperti ini hanya mencapai tahap interpretatif. Padahal, information as the organized data harus dicampur dengan informasi lain supaya bisa menjadi knowledge, dan knowledge harus dicampur lagi dengan pendalaman dan penghayatan dari semua yang sudah dialami sebelumnya, sehingga Anda bisa mencapai tingkkat insight dan wisdom.

3. Anda harus "turun gunung"! Anda tak bisa intuitif jika hanya berada di board room. Anda harus banyak melakukan diskusi, dengan demikian diharapkan Anda akan memiliki reservoir of wisdom yang lebih kaya, sehingga Anda bisa lebih intuitif.

#MarketingInVenus Principle #6 : "Information Technology carries more Emotional Messages"

"If you wait for consumer to tell you what they want, be prepared to be dumped". Saat bumi masih seperti Mars, kata-kata ini mungkin mengada-ada. Tetapi saat bumi berevolusi menjadi Venus, dimana penduduknya mulai emosional dan interaktif. Ini seolah menjadi kata bertuah.
Untuk memenangkan pertarungan, pemasar harus mampu selalu lebih maju dari pelanggan dan harus mampu melihat depan sebelum pelanggan melihatnya. Pemasar juga harus selalu bisa memberikan value yang bahkan si pelanggan barangkali belum menemukannya.
Bila menunggu reaksi dari penduduk Venus, sudah pasti akan selalu terambat. Pemasar tak boleh hanya sekadar bertanya kepada mereka, lebih dari itu, harus memberi mereka. Dengan kata lain, Anda harus proaktif dan tidak sekadar reaktif.

Tips sukses di Venus:

1. Perhatikan setiap gejala kecil, jangan menunggu hingga terlihat jelas. Ibarat olahraga panahan, bila orang reaktif, pasti menunggu higga targetnya terlihat jelas. Padahal di samping itu, banyak juga pemanah lain yang mengincar target yang sama. Berbeda dengan orang proaktif, ia akan etap melepas busurnya walaupun target belum jelas terlihat. Karena itu, lakukan perhitungan yang matang berdasarkan gejala-gejala kecil yang terjadi.

2. Jangan takut untuk mendobrak aturan yang telah ada, justru buatlah New RUles of The Games. Mereka yang beriisiatif umumnya memperoleh keuntungan sebagai pelopor.

3. Think beyond your product and industry! Jika hanya menilai dan mengambil keputusan berdasarkan perbandingan produk dalam industri sejenis, pemasar hanya akan menemukan pola lama. Pelajari hal yang lainn, sehingga pemasar mampu menemukan pola baru.

Selanjutnya dapat dibaca di :

Saturday, May 27, 2017

Melihat Potensi Kategori Produk Pengganti Sarapan

Sarapan pagi sangatlah penting dan menjadi kunci untuk menjalani aktivitas. Tanpa sarapan, tentu aktivitas akan terganggu karena tidak adanya asupan energi, Karena itu, walaupun Anda memiliki pagi hari yang sibuk, tetap sempatkanlah diri untuk sarapan. 

Siapa yang tidak kenal merk Quaker dan Energen, produk pengganti sarapan pagi yang instant dan cepat.
Quaker merupakan merk Oat nomor 1 yang telah berusia lebih dari 100 tahun dan Energen adalah market leader minuman cereal di Indonesia. Lebih dari 10 tahun, kategori produk cereal pengganti sarapan pagi dikuasasi oleh dua merk tersebut.

Melihat dominasi produk tersebut, di tahun 2015 keluarlah produk pesaing mereka yaitu Entrasol QuickStart yang merupakan produk minuman cereal yang mengandung oat dan nutrisi tinggi dengan 3-Hi Formula (Hi-Calcium, Hi-Fiber, Hi-Vit D) yang mengklaim mampu menjaga kesehatan tulang dan saluran cerna.
Setelah muncul produk baru tersebut, Quaker tidak tinggal diam mereka juga ikut meramaikan pasar dengan mengeluarkan produk baru yaitu Quaker 3 in 1 yang hadir dengan 2 varian rasa yaitu Coklat dan Original. Jika dibanding dengan produk Quaker Oatmeal, Quaker 3 in 1 ini jauh lebih praktis karena hadir dalam kemasan sache.
Potensi produk pengganti sarapan pagi ini sangat besar, dimana setiap tahun pertumbuhan populasi masyarakat Indonesia sangat besar dan semakin sibuknya pekerjaan serta ditambah kondisi jalan yang selalu macet akan membuat masyarakat perkotaan semakin tidak mempunyai waktu untuk masak dan sarapan, sehingga mereka akan berahli ke produk pengganti sarapan pagi yang cepat dan praktis.

Dominasi pangsa pasar Quaker dan Energen memang belum tergoyahkan sebagai market leader, namun dengan hadirnya pemain baru, secara perlahan market share mereka mulai diambil oleh Entrasol Quickstart. Kedepannya sangat menarik melihat persaingan antara ketiga merk tersebut, Quaker vs Energen vs Quickstart, siapakah yang akan mendominasi pasar ?

Saturday, March 18, 2017

[REVIEW] Disruption : Buku baru Rhenald Kasali

Disruption, buku terbaru dari Rhenald Kasali yang diluncurkan awal Maret 2017. di Gramedia di jual dengan harga Rp 118.000.



Saat ini kita melihat banyak pergeseran dan penurunan perusahaan besar seperti Nokia, Blue Bird dan Samsung yang kalah dengan pemain-pemain baru. Hal tersebut karena semua tengah menghadapi persoalan yang sama, terbelenggu oleh pola pikir lama sehingga sulit menerima fakta-fakta dan cara-cara baru.

Apakah disruption itu ? Disruption adalah sebuah inovasi. Inilah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru. Disruption berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru. Disruption menggantikan teknologi lama yang serbafisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuai yang benar-benar baru dan lebih efisian serta lebih bermanfaat.

Buku ini sangat recommended dibaca di awal tahun karena membahas lebih dalam mengenai tantangan-tantangan apa saja yang akan hadir kedepannya.