Apa yang terbayang setelah mendengar kata Jayapura ? Daerah terbelakang ? banyak orang asli Papua ?
Saat kita menginjakan kaki di Jayapura kita tidak akan merasa ada di tanah papua, karena di Jayapura mayoritasnya adalah pendatang yang berasal dari Jawa dan Makassar (Bugis) dan sepanjang jalan kita akan menjumpai rumah makan khas Jawa dan Makasar seperti Ayam Lalapan, Nasi Goreng, Coto Makasar, dll.
Jangan pernah berpikir Jayapura merupakan daerah terbelakang, karena dibandingkan dengan kota-kota kecil di Jawa, Jayapura sudah lebih maju hal ini terbukti dengan sudah masuknya beberapa restaurant fast food seperti KFC, Pizza Hut, Solaria, Excelso, J.co, dan Bread Talk.
Seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, di Jayapura kita juga akan sering menjumpai kemacetan yang cukup panjang dan padat, hal ini karena angkot yang sering berhenti menaikan dan menurunkan penumpang serta jalan yang sempit yang hanya dapat menampung dua kendaraan.
Ada yang special di Jayapura, yaitu saat kota lain menjalani Car Free Day (CFD) di hari minggu, di kota ini CFD diadakan di hari sabtu, kenapa ? karena mayoritas masyarakat di sini beragama nasrani sehingga sibuk beribadah di hari Minggu.
Thursday, October 6, 2016
Sunday, June 5, 2016
Cara Memandang Uang
Menurut beberapa ahli keuangan atau ekonomi, ada beberapa cara memandang terhadap uang yaitu, cara memandang seperti orang miskin, orang kelas menengah dan orang kaya.
Cara memandang orang miskin digambarkan kepada mereka yang bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan. Setelah bekerja, mereka mendapatkan uang, kemudian mereka membelanjakan semua uangnya. kelompok ini hampir tidak mempunyai tabungan atau investasi mereka selalu mengeluh tidak mempunyai penghasilan cukup, seolah penghasilannya kurang terus.
Kelompok kedua, memiliki cara pandang kelas menengah, mereka bekerja keras juga untuk mendapatkan penghasilan, setelah mendapatkan penghasilan mereka membelanjakan sebagian uangnya lalu menabung dari sisa belanjaannya. Ketika mereka mendapatkan penghasilan lebih banyak mereka akan membelanjakan tambahan biaya tersebut misal dengan membeli mobil atau handphone yang lebih bagus. Dalam kelompok ini mereka juga tidak mempunyai tabungan dan tidak mempunyai penghasilan lain dan hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan mereka.
Kelompok terakhir adalah orang mempunyai cara pandang seperti orang kaya. Setelah mendapatkan penghasilan mereka meyisihkan terlebih dahulu untuk ditabung kemudian dibelanjakan. Kelompok ini tidak membeli rumah lebih besar lagi ketika mendapatkan penghasilan tambahan tapi mereka lebih senang menambah tabungannya. Tabungan mereka ini lalu digunakan untuk membeli aset seperti saham, reksa dana atau properti, sehingga aset mereka semakin banyak dan memberikan tambahan pendapatan juga. Kelompok ini memperoleh pendapatan setidaknya dari dua sumber yaitu dari pekerjaan mereka sehari-hari dan memperoleh pendapatan pasif dari asetnya.
Sunday, May 29, 2016
Mayora vs Indomie : Bakmi Mewah & Real Meat, Siapa yang juara ?
Mayora, kembali melebarkan sayapnya dengan meluncurkan produk mi instan
terbarunya dengan merk Bakmi Mewah, Seperti kita ketahui, Mayora merupakan salah satu perusahaan makanan dan
minuman (FMCG / Fast Moving Consumer Goods) yang cukup disegani di Indonesia dengan beberapa produk andalannya seperti Teh Pucuk, Torabika, Beng-Beng, dan biskuit Roma.
Masuknya Mayora ke mie instant bisa dibilang baru, dengan produknya Bakmi Mewah menjadi bakmi pertama di Indonesia
yang menghadirkan topping ayam dan jamur basah sesungguhnya dan dengan tagline pertama di Indonesia, bakmi ayam dengan daging ayam asli. Seperti biasa, launching produk dari Mayora selalu bersifat massive didukung dengan strategi ATL dan activity BTL, iklan TV muncul hampir disemua channel dengan brand ambassador Raffi Ahmad dan kegiatan sampling di supermarket dan hypermaket yang sangat meriah.
Indomie sebagai market leader mie instant di Indonesia tentunya tidak akan tinggal diam dengan produk Bakmi Mewah. Indomie selalu akan berusaha meyakinkan pasar bahwa tidak ada lagi merek mie instan lain yang lebih enak dan lebih berkualitas daripada Indomie. Sehingga jika orang ingin makan mie instan, mereka tidak akan tengok kanan-kiri lagi, dan akan langsung memilih Indomie.
Tidak butuh waktu lama bagi Indomie untuk mengeluarkan produk pesaing Bakmi Mewah dan seolah tidak mau kalah dengan Bakmi Mewah, Indomie mengeluarkan produk baru dengan nama Real Meat dan dengan tambahan tagline dengan daging ayam Asli sama seperti tagline Bakmi Mewah.
Berikut beberapa perbedaan antaran Bakmi mewah dan Real Meat :
Dari bentuk kemasan Real Meat dan Bakmi Mewah terlihat mirip karena sama-sama mempunyai isi sebesar 110g, namun dari sisi warna dan packaging Real Meat terlihat lebih premium.
Dari sisi kandungan, sebagai perusahaan market leader dan berpengalaman dibidang mie Instant, Indomie Real Meat mempunyai keunggulan yaitu terdapat kandungan Vitamin A, B1, B6 dan B12
Soal rasa mungkin sangat subjektif tapi inilah faktor pembeda antara Real Meat dan Bakmi Mewah. Real Meat yang mengusung nama Mie Instant Goreng saat setelah diaduk memang terlihat seperti mie goreng pada umumnya dengan mayoritas bumbu kecap dan mempunyai rasa manis sedangkan Bakmi Mewah memang lebih terkesan sebagai Bakmi atau Mie Ayam Bangka dengan rasa yang lebih gurih. Bagi yanag suka dengan rasa manis dan dengan lidah jawa Real Meat mungkin lebih cocok sedangkan yang menyukai rasa asin dan gurih mungkin akan lebih menyukai Bakmi Mewah.
Thursday, December 24, 2015
Memahami dan memperkuat customer engagement
Saat ini memahami konsumen menjadi penting dalam dunia marketing, apalagi ketika
konsumen mulai ter-expose ratusan produk yang semakin gencar untuk dapat
mendekati mereka. Salah satu cara untuk dapat memahami konsumen adalah customer engagement, yaitu menciptakan
sebuah hubungan produk dengan konsumen dan melibatkan customer dalam kegiatan
yang dilakukan oleh perusahaan.
Untuk meningkatkan customer
engagement, komunikasi dua arah merupakan hal wajib yang dilakukan
oleh perusahaan, yaitu salah satunya dengan memanfaatkan media social sebagai
saluran komukasi yang efektif, karena menawarkan komukasi yang interaktif
antara perusahaan dan customer. Melalui media social customer juga dapat
memberikan feedback bagi sebuah produk.
Berikut adalah beberapa cara atau langkah dalam memperkuat customer engagement :
- Friend First : Memahami konsumen sebagai teman, sebelum melihat mereka sebagai pembeli produk. Amati detail keseharian konsumen termasuk profile media social mereka dan cara mereka berinteraksi dengan teman-temannya dan ekspresi yang diperlihatkannya.
- Need Assesement : Memahami kebutuhan yang sebenarnya, bukan keinginan atau impian yang dibentuk oleh brand / marketing, seperti saat customer lebih membutuhkan sebuah kendaraan karena mesin yang tahan lama dan spare part yang mudah ditemui dibandingkan dengan model yang bagus yang telah diperbaharui oleh pihak brand / marketing.
- Asksing around : Memahami siapa competitor sebenarnya, dengan bertanya kepada konsumen kita marketing / brand dapat memahami perkembangan produk lainnya di antara konsumen.
- First date : Memahami hal yang paling menarik bagi konsumen dalam pengambilan keputusan. Contoh konsumen lebih mementingkan harga dibanding dengan kualitas, atau mementingkan kualitas dibanding dengan quantity.
- Entering relationship : Memahami hambatan yang mungkin konsumen pikirkan ketika hendak membeli sebuah produk. Misal customer ingin mendapatkan ukuran produk yang lebih besar lagi agar konsumen tidak bolak-balik kembali ke toko untuk membeli.
- Everyday life : Memahami konsumen dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh. Apabila sebuah produk makanan jangan hanya mensurvei hal-hal yang berkaitan dengan makanan saja tapi penting juga memahami aspek kehidupan sehari-hari lainnya seperti kebudayaan dan adat istiadat.
Setelah sebuah perusahaan berhasil memahami data konsumen
yang masuk selanjutnya adalah mengolah data dan menghasilkan temuan / perbaikan
untuk mempekuat hubungan dengan konsumen.
Sunday, November 1, 2015
Menelusuri air terjun Umar maya dan Madu - Lombok
Lombok tidak hanya menawarkan keindahan pantainya saja, bagi kamu yang suka pegunungan Lombok bisa menjadi salah satu tempat tujuan wisata kamu.
Lombok tidak hanya soal Gili Trawangan dan Gunung Rinjani saja, masih banyak tempat wisata lainnya yang sangat bagus tapi kurang terpublikasi, salah satunya Air Terjun Umar Maya dan Air Terjun Madu.
Air Terjun Umar Maya dan Air Terjun Madu merupakan satu aliran dari air terjun Mangku Sakti. Pemandangan air terjunnya pun mirip dengan air terjun Mangku Sakti yaitu dikelilingi oleh bebatauan.
Bagi yang mempunyai keberanian dengan ketinggian dapat mencoba dan menguji diri melompat di Air Terjun Umar Maya yang tingginya sekitar 20 meter lebih. Saat datang kesini banyak sekali orang yang ingin mencoba untuk membukti keberanian diri dengan melompat dari atas air terjun.
Rute untuk menuju air terjun Umar Maya dan Air Terjun Madu dapat melalui Sembalun atau Senaru, tapi menurut saya Senaru lebih dekat jika posisi berangkat dari Mataram, kira-kira dari Mataram sekitar 2,5 jam bila lewat Senaru.
Saat datang kesini, pastikan tetap menjaga kelestarian alam dan jangan buang sampah sembarangan :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
















