Laman

Monday, June 18, 2018

Ide Promosi Menarik Meningkatkan Penjualan

Meningkatkan penjualan dan mendapatkan keuntungan merupakan inti dalam sebuah bisnis perusahaan, untuk meningkatkan penjualan diperlukan beberapa strategi promosi yang menarik sebagai berikut :

Bundling 
Menawarkan promo secara bundling biasanya dilakukan dengan menjual dua produk atau merek berbeda dalam satu paket dengan harga yang lebih murah.

Tujuannya untuk meningkatkan penjualan sekaligus menghemat bujet promosi.
Konsumen pun senang dengan harga lebih murah ini. Belum lagi kalau mereka memperoleh bonus lainnya.


Contoh : Beli Gula 1 Kg mendapatkan 1 kotak teh Sariwangi

Cross Sell
Berbeda dengan up-selling, cross selling merupakan seni menjual produk atau jasa secara bersamaan. Contohnya, kedai kopi Starbucks atau Maxx Coffee sering melakukan teknik ini. Ketika konsumen datang untuk membeli satu cup minuman, para barista akan menawari konsumen untuk menambah sedikit biaya agar bisa memperoleh produk makanan tertentu hingga aksesori seperti gelas.

Sederhananya, teknik ini difungsikan untuk memengaruhi konsumen agar membeli pelengkap dari produk awal yang mereka beli. Cara ini cukup efektif digunakan, apalagi si penjual memiliki kemampuan komunikasi yang baik.


Kupon/Voucher. 
Memberikan iming-iming berupa kupon, voucer, atau sejenisnya juga menjadi cara yang sering dipakai para penjual. Kupon potongan harga bisa beragam bentuknya. Ada yang untuk pembelian berikutnya di toko yang sama, bisa juga untuk produk tertentu, atau belanja di supermarket tertentu.
 

Intinya, pemberian ini bisa menjadi jalan bagi penjual untuk memanjakan konsumen. Di sisi lain, volume penjualan juga bisa ditingkatkan.

Bonus/Hadiah 
Siapa yang tidak senang mendapatkan bonus? Semua orang pasti menyukainya. Tak heran, bonus menjadi salah satu taktik andalan untuk menarik konsumen. 

Meski nilai dari bonus yang diberikan tidak seberapa, tetap saja ia menjadi daya tarik tersendiri. Katakanlah, beli deterjen dapat piring cantik. Sudah dipastikan para ibu rumah tangga menyukainya.

Selain itu, bonus juga bisa menjadi sarana untuk membangun loyalitas pelanggan.


Collectable Item
Meski tergolong sebagai cara promosi lawas, collectable item merupakan sarana promosi yang dapat meningkatkan loyalitas konsumen. Dengan embel-embel ini, konsumen akan memperoleh kepuasan dan kebanggaan tersendiri ketika memiliki produk ini.


Contoh : Sebuah produk susu mempunyai 6 design gelas, dimana konsumen tertaris untuk mengkoleksi gelas tersebut.

Buy One Get One 
Menggelar taktik penjualan buy one get one sebenarnya susah-susah gampang. Penjual harus jeli melihat antara biaya produksi dan marjin yang diperoleh untuk menetapkan harga. Maksudnya, harga yang dipatok telah menutup biaya produksi untuk dua item produk. Biasanya, harga dalam program ini sedikit lebih tinggi daripasa beli satuan. 
 
Pada sisi konsumen, secara otomatis terseleksi hanya untuk mereka yang membutuhkan dua item produk. Namun, dapat diakali dengan mengajak teman untuk patungan. Toh, nominal yang dikeluarkan masih lebih rendah bila beli satu item saja.


Cashback 
Model promosi cahsback adalah memberikan sejumlah uang tunai dalam nominal atau persentase tertentu kepada pembeli. Kurang lebih mirip dengan potongan harga. Hanya saja, walaupun bernama cashback, pada praktiknya pembeli tidak benar-benar mendapatkan uang tunai.

Biasanya promonya berbunyi: dapatkan cashback senilai X. Artinya, sah saja penjual memberikan cashback dalam wujud barang yang harganya senilai X tersebut.

Setelah e-commerce menjamur, cashback pun tidak diberikan tunai. Para pemain e-commerce memberikan dalam bentuk deposit atau poin yang bisa dibelanjakan di transaksi berikutnya.

 
Advertorial/Inforial
Advertorial terdiri dari dua kata, yakni advertising dan editorial. Advertising mengandung makna upaya persuasif untuk menggaet konsumen. Sedangkan editorial merupakan suara atau opini resmi dari redaksi. So, advertorial adalah upaya promosi atau iklan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan pendekatan jurnalistik.

Apa isinya? Isinya bisa berupa aktivitas perusahaan, produk, layanan, hingga nilai-nilai yang diusung perusahaan.

Terkait produk, biasanya advertorial mengusung soft selling. Di sini, biasanya tak disebut harga secara vulgar, tapi lebih mengedepankan soal fungsionalitas, kelebihan, dan benefit untuk konsumen.


Clearance Sale
Program ini tidak datang tiap saat karena alasan khusus ketika menggelarnya. Umumnya, program promo ini terjadi ketika satu outlet ditutup, entah karena bangkrut atau pindah lokasi. Tapi, bisa juga untuk menghabiskan stok lama agar tidak memenuhi gudang. Belakangan, program ini dilakukan di hari terakhir pameran.

Apakah penjual rugi? Tentu tidak karena sudah pasti harga yang ditetapkan sudah dihitung. Selain itu, ketika melakukan jual habis dengan diskon besar ini biasanya penjual sedang mengejar poin dari distributor atau prinsipal. Pembeli pun untung bisa mendapat produk dengan harga miring.


Kalau anda sering ke toko sepatu seperti planetsport atau sportstation, mereka sering melalukan clearance sales untuk design sepatu yang lama.

Co-Branding 
Strategi co-branding merupakan strategi yang melibatkan aliansi antara dua brand dalam mensinergikan pemasaran mereka. Di sini, akan selalu ada brand utama yang menjadi header dan brand penguat sebagau modifier.

Aliansi ini bisa membuahkan produk atau layanan dengan perpaduan kedua nama brand. Untuk menentukan siapa yang menjadi header brand, pemain harus melihat kecocokan kategori produk brand dengan kategori produk yang di-cobranding.


Contohnya : Chitato rasa Indomie goreng dan Android KitKat

Collaboration 
Kolaborasi merupakan cara yang strategis untuk berbisnis di era sharing economy. Ketika dua atau lebih brand berkolaborasi, brand mereka secara otomatis diperkenalkan pada target market partner kolaborasi itu. Selain dapat meningkatkan brand awareness, cara ini juga dapat membuka berbagai peluang target market baru yang belum terjamah jika brand itu bekerja secara mandiri. 

Cash Installment
 Ketika membeli properti atau mobil biasanya konsumen akan mendapat penawaran down payment (DP) yang dicicil tunai dalam beberapa kali.
Cara ini, sebenarnya untuk mengakali aturan yang mewajibkan nilai DP harus sekian puluh persen dari harga. Namun, cicilan bertahap ini bisa juga diterapkan untuk harga produk itu, bukan untuk DP saja.

Bagi penjual, cicilan DP ini bisa mengikat pembeli. Konsumen senang karena bisa mengatur cash flow-nya. Konsumen tak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar seketika. 


All U Can Eat 
All u can eat atau yang populer dengan AUCE merupakan cara menarik konsumen yang hanya bisa dilakukan oleh para pemilik restoran atau rumah makan. Simpelnya, restoran menetapkan satu harga tertentu dan untuk sekali bayar agar konsumen bisa menikmati semua jenis makanan dan minuman yang tersaji di restoran itu.

Secara penyajian, biasanya berbentuk buffet atau prasmanan. Harga penawaran all u can eat biasanya lebih mahak dari pada umumnya. Kadang, resto menambah iming-iming dengan menyediakan diskon untuk anak-anak di bawah lima tahun. Tapi, jangan kamu protes bila restoran ini tak menyertakan minuman dalam penawaran all u can eat.


Auction atau Lelang
Lelang merupakan strategi meningkatkan penjualan yang mana para pembeli berkesempatan menawarkan harga dan penawar harga tertinggi akan mendapatkan barang yang dilelang.
Untuk barang bernilai seni biasanya penawarannya selangit. Barang yang dilelang biasanya terbatas atau limited edition. Dengan ini, orang yang berhasil mendapatkan barang yang dilelang punya rasa kebanggaan. 


Saat ini, lelang biasa dilakukan oleh para pemain e-commerce. Ada pula merek yang melakukan lelang untuk produk spesialnya, seperti produk ke-100, ke-1.000, dan sebagainya.


Balloon Payment.
Apakah kamu pernah ditawari pembayaran model balloon payment oleh sales mobil atau properti? Lalu, kamu bertanya-tanya apakah ini? Ini merupakan cara pembayaran kredit yang menerapkan model pembayaran ringan di depan dan pelunasan di belakang.

Detailnya, nilai yang harus dicicil konsumen dibagi menjadi dua, 50% 50%. Konsumen menyicil 50% pertama saja untuk masa tenor tertentu dengan bunga yang berlaku saat itu. Sisanya, konsumen diberi pilihan, apakah akan bayar secara tunai atau kembali menyicil dengan tenor tertentu pula dan bunga yang berlaku saat itu.

Company Birthday
Cara ini cukup sering digunakan oleh perusahaan. Contohnya adalah Bank Central Asia (BCA). Perusahaan perbankan ini selalu memberikan diskon senilai usia mereka pada setiap perayaan ulang tahun perusahaan.

Misalnya, diskon 61% untuk berbagai produk di ulang tahun BCA yang ke-61.
Teknik ini dapat menarik calon konsumen untuk selalu menunggu momen ulang tahun di setiap tahun. Cara ini sekaligus dapat meningkatkan kesetiaan konsumen pada brand.

Competition
Ini merupakan salah satu cara yang digunakan brand dalam melakukan strategi pemasaran. Hakikat manusia yang tak pernah puas mendorong mereka selalu terpacu untuk berkompetisi. Memenangkan sebuah kompetisi untuk meraih title atau reward dapat menarik calon konsumen untuk bergabung.

Saat membuat sebuah kompetisi, pastikan temanya memiliki kedekatan dengan target market.

Contoh : Dengan pembelian terbanyak akan mendapatkan hadiah sepeda.

Contest
Tak sedikit konsumen yang senang mengikuti sebuah kontes berhadiah dari sebuah brand. Motivasi mereka pun beragam. Alasannya, karena hasil kontes dipamerkan dalam sebuah pameran atau panggung, mereka ingin meningkatkan eksistensi, kebanggaan, atau sekadar ingun mendapatkan hadiah.

Credit Card
Dengan berkolaborasi bersama perbankan, merek bisa memberikan nilai lebih bagi konsumennya. Situs belanja online Berrybenka, misalnya, memberikan diskon 11% bagi pengguna kartu kredit dan debit Bank. Di sini, konsumen bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah. Sedangkan produsen bisa meningkatkan penjualannya.
 

No comments:

Post a Comment